Monday, June 20, 2011

Marmut adalah sejenis hewan ternak yang banyak ditemui dimasyarakat pedesaan, keberadaan jenis ternak ini kurang mendapat perhatian yang serius dari tehnik pemeliharaan maupun manfaat dari hasil produksi terutama daging, dilihat dari sisi kebutuhan protein hewani konsumsi daging marmut ini merupakan salah satu alternatif untuk mencukupi kebutuhan protein hewani yang murah dan enak disamping gizi dan nutrisi yang tidak kalah dengan jenis daging yang lain sehingga jenis ternak yang satu ini butuh diperhatikan untuk mensuplai kebutuhan gizi dan meningkatkan kesehteraan peternak.

Sebagian masyarakat yang memelihara marmut kurang memperhatikan tehnik pemeliharaan karena nilai jual yang cukup rendah dan minat masyarakat mengkonsumsi daging marmut ini juga sangat jarang, kebanyakan masyarakat dalam memelihara marmut hanya sekedar sebagai hewan kesayangan untuk jenis marmut lokal dengan tehnik pemeliharaan yang kurang memperhatikan dari berbagai sisi kelayakan dari sistem perkandangan, kebersihan, perawatan, serta kebutuhan gizi ternak ini, rata-rata mereka melihara sebagai binatang pembersih kandang sapi maupun kambing dimana kebutuhan pakan mereka hanya mengandalkan sisa makanan ternak besar yang tercecer sehingga resiko kematian cukup tinggi karena bisa terinjak ternak yang lebih besar dan tidak aman dari serangan predator seperti tikus, kucing dan anjing.
Sementara itu tehnik pemeliharaan untuk jenis marmut hias cukup mendapatkan perhatian yang serius karena hewan ini dijadikan sebagai hewan kesayangan dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi, untuk jenis marmut yang memiliki bentuk bulu yang sama dengan jenis marmut lokal akan tetapi memiliki tubuh yang lebih besar hampir 1,5 besarnya dari marmut lokal dijual seharga Rp. 25.000/ekor, perbandingan yang cukup nampak dibanding dengan marmut lokal yang rata-rata jual seharga Rp. 7.0000 sampai Rp. 10.000/ekor. kedua jenis marmut ini memilik tehnik pemeliharaan yang sama dikalangan peternak, hanya saja untuk marmut besar lebih banyak diperjual belikan karena memiliki keunikan dengan ukuran tubuh yang lebih besar dan harga yang cukup mahal sehingga harus berpikir beberapa kali untuk memanfaatkan sebagai bahan makanan.
Sebagai jenis ternak yang menghasilkan daging nampaknya beternak marmut perlu dikembangkan sebagai alternatif baru untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan petani di pedesaan yang memiliki sumber daya alam yang cukup untuk menunjang pengembangan peternakan marmut ini, serta dibutuhkan peran serta berbagai pihak untuk mempromosikan produk olahan daging marmut ini.
Dari cita rasa daging marmut ini memiliki rasa yang khas dengan tehnik pengolahan yang benar, tekstur daging yang empuk cocok untuk berbagai jenis masakan olahan daging maupun lauk untuk digoreng, panggang, ataupun masakan kuah yang bisa dipadukan dengan berbagai jenis masakan daerah seperti sate, soto, bakso, rendang, dendeng, abon, serta jenis makanan olahan dengan bahan baku daging marmut.
Bagi Anda yang tertarik untuk mengembangkan peternakan marmut perlu memperhatikan beberapa hal terkait masalah tehnis pemeliharaan karena hewan ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan tehnis pemeliharaan kelinci dari pola hidup, makanan, serta konstruksi kandang yang ideal untuk memudahkan pemeliharaan dan perawatan.

Sejarah Perkembangan Marmut dan Populasinya di Indonesia

Hewan ini sudah cukup lama dikenal dimasyarakat sebagai hewan yang jinak dan mudah dipelihara serta mudah beradaptasi dengan kondisi cuaca dan tempat, sehingga hewan ini mudah Anda jumpai hampir disetiap daerah dataran rendah maupun dataran tinggi mulai dari pantai hingga pegunungan, asal-usul serta bagaimana hewan ini berkembang sampai saat ini saya belum menemukan literatur yang menjelaskan sejarah perkembangan serta habitat asli binatang ini, hanya saja sedikit informasi yang kami terima hewan ini diduga berasal dari pegunungan Andes (Peru).
Jenis hewan pemakan rumput ini nampaknya tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dari serangan predator yang selalu mengintai karena kemampuan larinya cukup lambat serta sering bergerombol yang menyebabkan hewan ini mudah ditangkap dengan tangan manusia maupun binatang buas, salah satu kemampuan untuk mempertahankan diri dari serangan hewan yang lain, marmut ini suka bersembunyi dilobang maupun dibawah bebatuan.
Populasi binatang ini termasuk cepat dengan rata-rata jumlah anak mencapai 2-5 ekor dengan masa kehamilan yang tidak lama.
Baca artikel lain tentang peternakan marmut:


1.       Prospek Beternak Marmut
2.       Tehnik Beternak Marmut

0 komentar:

Post a Comment