Agro Bisnis Indonesia

Sunday, May 3, 2015

Mengoptimalkan Lahan Pekarangan Dengan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga

Cara sederhana mengatur anggaran belanja keluarga dalam penerapan belanja kebutuhan bahan makanan sehari-hari, yang dengan sedikit trik bisa menghemat anggaran sekitar 25% perhari. Terlebih bagi seorang muslim, budaya hidup hemat dan sehat bukan sebatas untuk mereka yang berpenghasilan pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari, akan tetapi siapapun dituntut untuk bisa menerapkan gaya hidup sehat dan hemat karena ini adalah ajaran islam yang mulia. Jika Anda mampu melakukannya akan mendapat dua keuntungan di dunia dan akhirat.

Topik yang kami sajikan kali ini adalah trik menghemat anggaran belanja kebutuhan pangan sehari-hari dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi bagi keluarga, yang pada intinya adalah praktek budidaya di lahan pekarangan sesempit apapun, karena di sana ada unsur-unsur penting untuk kebutuhan keluarga dan masyarakat yaitu:

Menghemat Anggaran Belanja Bahan Makanan.
Contoh, berapakah anggaran belanja cabai perhari? Jika anda memiliki 2 atau lebih tanaman cabai di pekarangan yang siap panen mampu menghemat anggaran kebutuhan cabai tersebut Rp. 1.000 hingga Rp. 2.000 perhari dibanding harus belanja di warung, jika hanya ke warung hanya untuk membeli cabai, berapa waktu yang Anda gunakan terlebih lagi jika mengajak anak-anak membuat anggaran belanja membengkak.

Mendidik Jiwa Sosial.
Bagi mereka yang tinggal di pedesaan terkadang kebutuhan sayur mayur tercukupi dari kebun, sawah atau pemberian tetangga yang sedang panen, lalu bagaimana di daerah perkotaan dan lingkungan perumahan, jarang sekali kita temukan perilaku saling memberi seperti ini. Bagaimana tidak, rata-rata lingkungan perumahan hanya menyisakan sedikit tanah yang tidak tertutup semen, itupun diisi tanaman hias yang tak terawat. Bisa anda bayangkan jika lahan kosong tersebut ditanami sayuran, apa yang terjadi? Insya Allah kelebihan tanaman yang tidak sempat dipanen akan memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan baik manusia maupun hewan ternak.

Melatih Kreatifitas Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga.
Budidaya di lahan pekarangan yang sempit tidaklah harus dilakukan dengan biaya mahal untuk membeli pot atau polybag. Banyak sampah rumah tangga yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah pengganti pot dan media tanam seperti tempat makanan dan kemasan yang kuat dan tidak mudah lapuk, contoh paralon atau botol air mineral. Untuk media tanam bisa menggunakan campuran kertas, daun, dll dari limbah rumah tangga. Di sini dibutuhkan kreatifitas untuk merancang tata letak tananam menyesuaikan tempat dan memilih jenis tanaman tertentu yang sesuai, apakah tanam berumur pendek, warna, maupun tinggi rendahnya dengan cara dijajar, digantung, atau dibuat para-para/rak. Pemilihan tanaman cukup penting sebagai fungsi tanaman hias maupun tanaman pangan, contohnya adalah tanaman cabai pelangi atau cabai ungu koleksi penulis. Tanaman eksotis ini memiliki 2 manfaat sebagai bahan makanan dan tanaman hias, ketika menjelang tua warna yang kompak antara putih, ungu, kuning, oranye, dan merah berpadu padan menggantikan indahnya bunga warna-warni dengan satu jenis tanaman. Dengan perawatan yang benar tanaman ini berproduksi cukup lama, penulis sendiri menanam sejak tahun 2014 sampai sekarang masih berbuah dan terus dikembangkan.

Sarana Edukasi.
Dalam praktek budidaya dibutuhkan pengetahuan dasar fisiologi tanaman terkait varietas, syarat tumbuh, umur, kebutuhan nutrisi, perawatan, penanganan dan pengolahan hasil, serta pemberantasan hama dan penyakit tanaman. Ketika dilakukan melibatkan seluruh komponen keluarga akan terjalin kebersamaan dan rasa tanggung jawab serta pendidikan kepada keluarga tentang manfaat tanaman. Terutama bagi anak-anak, diperkenalkan jenis tanaman mulai dari warna, bentuk dan rasa, serta manfaat bagi tubuh dengan harapan anak-anak suka makan sayur. Jangan lupa tanamkan aqidah yang benar bahwa keberhasilan penanaman atas kehendak Allah subhanahu wa ta'ala, untuk itu ajarkan cara bersyukur dan berdoa ketika menanam dan memetik buah atau hasil panen.

Membentuk Kepribadian seseorang.
Lingkungan yang gersang atau terlihat asri akan mempengaruhi karakter seseorang, karena sifat malas dan rajin serta ulet tercermin dari kondisi lingkungan tempat tinggalnya, seorang yang malas akan membiarkan rumput liar tumbuh di pekarangan rumah. Seorang yang rajin akan mencoba meluangkan sedikit waktu untuk membersihkan lingkungan. Sedangkan seorang yang ulet dia akan memanfaatkan waktu luang dan memberdayakan potensi yang ada disekitarnya untuk diolah dan dirawat.

Menghilangkan stress.
Kepenatan dalam bekerja dan belajar akan kembali fresh ketika pulang ke rumah yang terlihat asri dan hijau ranau tanaman disekitar rumah, terlebih jika tanaman yang bisa langsung dikonsumsi segar seperti tomat, strowbery, dan buah-buahan dalam pot akan memberikan energi baru untuk beraktifitas kembali. Bahkan ketika merawat tanaman dengan membuang daun-daun tua, menata ulang, menyiram atau mencari hama pemakan tanaman membantu kejenuhan setelah beraktifitas seharian.

Selain itu banyak limbah rumah tangga yang kurang dimanfaatkan seperti limbah cari dari air bekas pakai yang masih bersih seperti air bekas mencuci sayuran, air bekas mencuci beras maupun air bekas mencuci tangan yang semua itu bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Berbeda halnya jika air bekas mencuci dibuang ke selokan, apa manfaatnya?
Pemanfaatan limbah padat rumah tangga juga banyak seperti sisa sayuran, sisa makanan dan jenis bahan organik yang bisa dijadikan pupuk tanaman.

http://herbamart.blogspot.com/2015/05/kontroversi-manfaat-teh-yang-harus-anda.html
Penelusuran topik limbah herbamart:
pengolahan limbah industri, pengolahan limbah cair, pengolahan limbah plastik, pengolahan sampah, pengolahan limbah rumah tangga, pengolahan limbah kertas, pengolahan limbah padat, pengolahan limbah rumah sakit, pengertian limbah industri, makalah limbah industri, pengolahan limbah industri, akibat limbah industri, pencemaran limbah industri, penanggulangan limbah industri, limbah rumah tangga, contoh limbah industri, makalah sampah rumah tangga, pengertian sampah rumah tangga, pengolahan sampah rumah tangga, penanganan sampah rumah tangga, daur ulang sampah rumah tangga, contoh sampah rumah tangga, jenis sampah rumah tangga, makalah pengolahan sampah rumah tangga, makalah limbah cair, pengertian limbah cair, dampak limbah cair, jenis-jenis limbah cair, limbah padat, limbah gas, limbah cair rumah sakit, limbah cair industri, pemanfaatan limbah kulit pisang, pemanfaatan limbah rumah tangga, pemanfaatan limbah kertas, makalah pemanfaatan limbah, artikel pemanfaatan limbah, pemanfaatan limbah plastik, pemanfaatan limbah tahu, pemanfaatan limbah organik, makalah pengolahan air limbah, pengolahan air limbah industri, pengolahan air limbah rumah tangga, pengolahan air limbah menjadi air bersih, pengertian pengolahan air limbah, instalasi pengolahan air limbah, cara pengolahan air limbah, pengolahan air limbah pdf, makalah limbah b3, macam-macam limbah b3, dampak limbah b3, pengertian limbah b3, identifikasi dan karakteristik limbah b3, jenis limbah b3, limbah b3 rumah sakit, contoh limbah b3, pengertian limbah cair, pengertian limbah rumah tangga, pengertian limbah organik dan anorganik, pengertian limbah padat, pengertian limbah gas, pengertian sampah, pengertian limbah organik, pengertian air limbah, cara pengolahan air limbah, makalah air limbah, air limbah industri, instalasi pengolahan air limbah, air limbah domestik, air limbah pdf, air limbah rumah tangga.

0 komentar:

Post a Comment


Ada banyak hal yang ingin kami sampaikan, akan tetapi kami tidak mengetahui kebutuhan Anda.
Silahkan berikan komentar di sini barangkali kami bisa memberi solusi.
Terimakasih